Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kepolisian RI memberikan sikap persuasif sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat dapat mematuhi peraturan kesehatan saat memasuki fase normal baru.

Sekalipun beberapa orang melanggar aturan dan berkelahi dengan pasukan khusus, Polri tidak akan segan-segan mengambil tindakan dan sanksi.

“Polri memprioritaskan pekerjaan membujuk warga di bawah normal baru, tetapi mereka yang melanggar peraturan atau menentang polisi dapat dihukum. Menurut Pasal 212 KUHP, hukuman maksimal 1 tahun dan nol. 4 bulan atau denda maksimal Rp 4.500, ”kata Kombes Ahmad Ramadhan, Kapolres Penum, kepada penyidik ​​tindak pidana Polri, Kamis (28/5/2020). Seorang pejabat yang mengancam akan melakukan tugas yang sah dengan kekerasan atau kekerasan, atau yang mengancam akan melawan pejabat tersebut di bawah kewajiban hukum atau ancaman meminta bantuan kepadanya, dipenjara selama satu tahun empat bulan atau denda maksimum 4.500 rupee. – Baca : Singapura berhasil menangani Covid-19, dan lebih dari 50% pasien sembuh — Sebelumnya, Polri mengaku siap mendukung pemerintah dan melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo agar semua yang ada di keramaian Secara lokal, personel TNI / Polri ditugaskan ke disiplin lain untuk mengikuti aturan dan regulasi sanitasi dan bergerak menuju normal baru. -Sebanyak 340.000 tentara disiapkan. Mereka bertanggung jawab untuk mempertahankan normal baru yang diterapkan di 4 provinsi termasuk Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Gorontalo serta 25 kabupaten / kota.

Menurut fungsi utama mereka, 340.000 tentara ini akan melindungi dan melindungi 1.800 titik di komunitas. Fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, pusat perbelanjaan, pasar tradisional dan tempat wisata.