TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani perjanjian kerja sama penagihan pinjaman nasional dengan Kementerian Keuangan dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Dalam perjanjian tersebut, Pemprov DKI Jakarta memberikan dana sebesar Rp 12,5 triliun. -Untuk informasi rinci, tahun ini Rp 4,5 triliun dan tahun depan Rp 8 triliun.

“Ini pertama kalinya kami mendapat pinjaman melalui SMI ini,” kata Anis dalam siaran langsung Kementerian Keuangan RI. Saluran Youtube, Senin (27 Juli 2020) -Baca: Ankis Baswedan mengutip kasus Corona di DKI Jakarta Soar akibat meningkatnya likuiditas warga-Anies menjelaskan dana pinjaman itu akan digunakan. Kelola beberapa departemen.

Ini termasuk pengendalian banjir, peningkatan layanan air minum, pengelolaan limbah, peningkatan infrastruktur transportasi, dan peningkatan infrastruktur pariwisata, budaya dan olahraga. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa DKI Jakarta memiliki andil yang cukup besar dalam perekonomian Indonesia.

Pendanaan harus dapat mempercepat pemulihan ekonomi ibu kota yang terkena pandemi Covid-19. . Ia menyimpulkan bahwa perekonomian Indonesia berada pada posisi terdepan di sebagian besar perekonomian, sehingga jika kita mempercepat pemulihan Jakarta maka akan berdampak pada negara. -Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa DKI Jakarta menyumbang 18% dari produk domestik bruto (PDB) atau produk domestik bruto Indonesia.

Dengan kata lain, perekonomian DKI Jakarta berdampak besar bagi negara.

Jika perekonomian Jakarta DKI mulai pulih, semoga kontribusi ini dapat berdampak pada peningkatan perekonomian nasional.

“DKI Jakarta menyumbang sekitar 18% dari PDB kita. Jika DKI Jakarta dan Jawa Barat bisa tumbuh, maka kedua wilayah ini akan menyumbang sekitar 30% dari PDB kita.” Ini berdampak besar pada perekonomian nasional, ” Li Muliani berkata pada saat bersamaan.