JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Walikota Bogor Bima Arya menegaskan pentingnya belajar dari kebijakan pembatasan sosial secara masif (PSBB) di awal pandemi Covid-19. Kurangi penyebaran Covid-19 karena masih jauh dari titik ini. Pada titik ini, ekonomi dan praktik pengawasan di tempat harus dipertimbangkan-Bima tidak secara tidak masuk akal mengakui bahwa dia mensurvei 21.000 responden dari 21 negara di Kota Bogor.

“Menurut saya Total PSBB tidak bisa sepenuhnya menekan penyebaran Covid-19”. Data kami menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak memahami apa itu Covid-19, 19% percaya teori konspirasi, 29% percaya teori konspirasi tidak percaya teori konspirasi, 50% bingung, 90% terpapar secara ekonomi, dan 40% Kata mantan penderita Covid 19 yang sudah kehilangan penglihatan profesional tersebut pada program streaming SmartFM Jakarta (Sabtu (12/9/2020)). Media politik PAN menegaskan bahwa warga harus dididik tentang bahaya terpapar Covid-19.

“Persepsi sangat rendah. Berbahaya.” Artinya dalam hal ini tidak tepat untuk mencegah kegiatan ekonomi masyarakat tanpa sumber daya dan logistik, ”jelas Bima.

Personel lapangan adalah Beda soal yang butuh persiapan matang.

Lantas bagaimana cara mendukung masyarakat. Yang dipaksa jadi gelandangan.

Baca: Epidemiolog UI soroti kasus Covid-19, yang perlu ditindaklanjuti- — “Haruskah kita belajar dari PSBB yang sudah selesai, Satpol PP, TNI / Polri cukup? Jadi bagaimana kita bisa membantu perekonomian rakyat? APBD di Bogor saja tidak cukup. Apa komitmen pemerintah provinsi? “Apakah kamu akan kembali bekerja? Bekerja di rumah atau bekerja di rumah (WFH) mulai Senin (14 September 2020).

” Mulai Senin, 14 September, pekerjaan rumah memerlukan pekerjaan kantor yang tidak perlu aktivitas. Tidak menghentikan kegiatan bisnis, tetapi bekerja di kantor, tetapi dieliminasi. Kegiatan usaha terus, kegiatan perkantoran tetap jalan, tapi perkantoran di dalam gedung tidak boleh beroperasi, “kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Anies juga mengatakan, Jakarta Entertainment and Tempat industri pariwisata akan ditutup sementara lagi untuk mencegah penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19.