Laporan Reporter Tribunnews.com Reza Deni-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah telah merilis data peningkatan kasus di banyak provinsi. Kejadian kasus positif di Provinsi Gorontalo — “Kita bisa lihat di sini jumlah kasus meningkat dari 72 menjadi 369 pada minggu lalu, meningkat lebih dari 400%, terutama dari 16 Juli menjadi 26. Ini harus menjadi perhatian kita bersama, “kata juru bicara Kelompok Kerja Penanganan Covid-19. Wiku Adisasmito pada jumpa pers yang digelar di Graha BNPB, Selasa (28/7/2020) .

Baca: Update Corona DKI Jakarta 28 Juli 2020: 19.885 positif, 795 meninggal, 12.373 sembuh – Baca: Update dari Corona Indonesia 28 Juli: Rekor Kesembuhan Tertinggi, 2.366 Penderita Covid-19 Sembuh-Wiku Mengatakan Banyak Daerah dan Kota di Gorontalo Berisiko Tinggi Korona.

“Bisa dilihat ada 3 wilayah perkotaan di AS, tambahnya.” Dalam perkembangan Provinsi Gorontalo, kata Vikku pekan lalu, 19 Juli, dalam 50 keadaan. Risikonya 16,6%. %, yaitu 26 Juli.

Menurut Wiku, ini harus dipertimbangkan. – “Khususnya wilayah / kota Boalemo, Bone Bolango dan Kota Gorontalo beresiko tinggi. Sedangkan resiko sedang adalah Gorontalo, Gorontalo Utara dan Pahuwato”, pungkasnya.

Seperti kita ketahui bersama, pemerintah telah mendaftarkan 1.748 kasus yang dikonfirmasi hari ini, dengan total 102.051 orang.

Jumlah tambahan ini sudah diketahui dengan baik dan telah meningkat dari 1.525 kasus pada Senin lalu. –Data juga menunjukkan bahwa 2.366 kasus yang sembuh, merupakan 59,3% dari total kasus yang dikonfirmasi.

Jumlah total kasus yang sembuh adalah 60.539.

Pada saat yang sama, setelah peningkatan 63 orang, korban tewas adalah 4.901.