Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) mendukung pemerintah merumuskan kebijakan tarif tertinggi untuk layanan rapid antibody testing Rp 150.000.

2875 / Juli 2020 mengeluarkan batas tarif tertinggi untuk rapid antibody testing 6 Juni 2020.

Namun, PERSI juga mengaku kaget dengan regulasi tersebut. Sekjen PERSI mengatakan: “Tiba-tiba ada peraturan yang dikeluarkan saat rumah sakit belum siap. Tapi bagaimanapun, kami menyambut baik perlunya standar.” Dr. Lia G. Partakusuma dalam program BNPB, Senin (13/7/2020) mengatakan, hal ini membutuhkan masa transisi agar semua rumah sakit bisa melaksanakan kebijakan tersebut.

“Kebijakan ini mungkin masa transisi, dan masyarakat tidak boleh (berpikir) bahwa rumah sakit mencari keuntungan atau bisnis,” katanya. Maksimumnya Rp150.000, dan ada banyak perbedaan harga terkait layanan pengujian cepat.

“Awalnya tawaran untuk ujian ini terbatas, tapi peminatnya tinggi.” Lanjut dia, belum lagi mereka yang ingin jalan-jalan. Dia melanjutkan.-Anan dari rumah sakit.

Jika ada standar suku cadang yang layak dibeli oleh rumah sakit, Lia bilang ini membuat rumah sakit aman dan bisa mengikuti kebijakan pemerintah. Kami akan berusaha agar teman-teman di rumah sakit segera mematuhinya, tapi ya, mungkin Masyarakat masih bisa menemukan rumah sakit yang masih mengenakan tarif lama, ”pungkasnya.