JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sudamji meyakini para pemimpin daerah perlu mengetahui data Covid-19 setiap hari. –Dia bilang itu karena akan mempengaruhi kebijakan. Hari ini Western Australia (Whatsapp) bisa menghubungi Kepala Dinas Kesehatan sebanyak 200-300 kali karena saya harus mengetahui pergerakan data setiap saat, “kata Sudamigi dalam siaran BNPB, Jumat (7/3/2020). .— -Menurutnya, kebijakan yang ditempuh berdasarkan data yang terus diupdate akan berdampak pada efisiensi dan kecepatan penanganan Covid-19 .

Baca: Kita Ketagihan Covid-19, Tapi Kita Bicara Pancasila, Komunisme Apa kaitannya dengan khalafah? Olah raga, jatuh dan mati tiba-tiba setelah masuk TPA — kalau datanya hanya sedikit sembarangan, biayanya sayang.

“Misalnya saya menilai siapa yang PDP. Kalau tidak ditanggapi, mengapa berstatus PDP? Katanya: “Nanti kalau meninggal nanti jadi heboh.” “Kalau d asimtomatis (OTG), kenapa harus dirawat di rumah sakit? Sutarmidji melanjutkan:“ Baik di rumah atau di tempat yang sudah disiapkan Isolasi independen. Gubernur berusia 57 tahun itu mengatakan bahwa direktur daerah yang bertanggung jawab atas wilayah barat Kalimantan juga berada di bawah pengawasannya, jadi dia bisa berbaris. -Dia berkata: “Jika bupati tidak peduli, saya akan berbicara dengan media dan membiarkan dia Kritik publik. Kadang ada bupati dan ahli epidemiologi, tapi tidak mendidik masyarakat dengan baik. “-“ Misalnya saya mengunjungi seorang pasien HIV, tetapi 14 hari kemudian karena “dia tidak lagi terinfeksi. Jika masyarakat tidak mengenali orang yang positif HIV, maka akan menjadi masalah dua hari. Saya peringatkan,“ Kesimpulannya adalah Sutarmidji.

Seperti diketahui, hingga 2 Juli 2020 tercatat 336 kasus positif Covid-19 di Kalimantan Barat. Kemudian, jumlah laporan pemulihan adalah 271, kemudian ada 4 kematian. orang-orang.