Laporan reporter Tribunnews.com Reza Deni-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Walikota Bogor Bima Arya memperkirakan tren kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Dalam kekhawatiran dan kekhawatiran. Pada hari Jumat, Bima Arya mengatakan dalam sebuah diskusi virtual di ABC di Indonesia: “Saat ini, di pusat-pusat, provinsi, kota dan daerah, tanggung jawab terbesar adalah memulihkan rasa krisis bagi semua orang, pengambil keputusan dan warga negara.” – Baca: Cluster Baru Muncul di PALI, 17 Karyawan Aktif Pertamina Covid-19

Guna Mengembalikan Rasa Krisis, Bima Mengatakan Harus Lanjutkan dari Pusat Ke Bawah Dengan Hati-hati koordinasi.

“Ketika Presiden menginstruksikan TNI-Polri untuk fokus pada dua opsi kesehatan, kami merespon dengan cepat dan kami menunggu, tetapi kami pikir itu bukan pilihan terbaik,” ujarnya. -Dia berharap dapat menciptakan rasa krisis di semua wilayah, karena seluruh wilayah tidak dapat melakukannya sendiri.

“Rawa mungkin tidak sendirian. Harus didukung semua orang. Kementerian Perhubungan serius mempertimbangkan tata letak kedua belah pihak. Biema mengatakan:” Untuk menghindari perluasan peron, Mendikbud harus serius mempertimbangkan bagaimana serius mempertimbangkan PJJ di lapangan. Baca: Menolak Tata Ulang Beritanya, Gong: Semua Menteri Fokus Lawan Covid-19 .- “Jadi kata kunci, sense of crisis, sense of urgency, ini ujian kepemimpinan bagi kita semua,” lanjutnya. – — Bima mengaku pernah melakukannya di Bogor .— Bahkan, dia tak segan-segan mengurus aparat yang tidak menganggap serius pandemi ini. Yang bukan kombatan membiarkan kami lolos Sekarang kita kesampingkan. Kabinet Covid yang sebenarnya harus berjuang di lapangan, “katanya.