JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Indonesia akan memasuki fase “normal baru” atau “normal baru” dalam waktu sekitar 3 bulan. Beberapa daerah di Indonesia sedang menerapkan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). -Semua departemen akan terus melakukan aktivitas, tetapi sejumlah perjanjian kesehatan harus dibuat, termasuk departemen pendidikan. Namun, sektor pendidikan merupakan sektor terbaru yang menuju ke arah normal baru.

Dalam hal ini Ikatan Dokter Spesialis Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan untuk menunda kegiatan belajar di sekolah hingga tahun depan. Untuk IDAI, jelas Anda tidak akan bisa masuk hingga setidaknya Desember 2020. “Dr. Catherine Mayung Sambo dari IDAI juga merupakan anggota Kelompok Kerja Covid-19. Selama diskusi online hari Senin tentang“ Standar Baru di Sektor Pendidikan ”(15/6/2020). Dr. Mayung menjelaskan “News Normal”, Anda perlu beradaptasi dan memiliki pola pikir bahwa orang-orang tanpa Covid-19 tidak dapat kembali ke kehidupan lama mereka di bawah standar baru. Baca: Ketika normal baru menjadi penyebabnya, pendidikan adalah departemen terakhir yang dibuka oleh pemerintah

Namun, IDAI sedang mencari saran-saran-pedoman baru terkait dengan absennya laki-laki, seperti keterbatasan fisik dan menjaga jarak minimal 6 kaki, serta prosedur kesehatan sekolah.

“Standar baru lebih cocok digunakan karena adaptasi terhadap tif dan keselamatan Istilah yang diadaptasi dari kebiasaan baru produk Covid -19. Ia mengatakan: “Kami ingin masyarakat mengikuti pedoman tersebut.” Menurutnya, hal ini juga harus ditanamkan pada pola pikir anak agar mereka bisa tetap terpelihara dan tetap berhak atas pendidikan. “Anak-anak mulai belajar dari usia dini hingga usia sekolah dan remaja tumbuh dan berkembang, dan mereka memelihara mentalitas tentang bagaimana cara tetap sehat dengan benar, bagaimana tetap sehat dan menjaga jarak agar tetap produktif.”

IDAI berbagi banyak standar. Sebagai saran pemerintah untuk mempertimbangkan apakah PSBB bisa dilonggarkan atau dibuka kembali.