Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional), Bambang PS Brodjonegoro menyatakan telah menerima terapi plasma restoratif untuk pasien Covid-19. Uji klinis fase I. Uji klinis belum menemukan efek samping yang serius dari terapi ini.

Di antara pasien Covid-19, terdapat beberapa kematian akibat pengobatan dengan donor plasma, pasien ini telah sembuh karena penyakit bawaan yang serius daripada kegagalan pengobatan. -Banbang dideklarasikan pada Senin (12/10/2020), “karena memang penyakit bawaan yang sangat serius”. -Oleh karena itu, penggunaan terapi plasma restoratif dianjurkan untuk pasien dengan Covid-19 sedang. Dia berkata: “Jangan berikan kepada pasien yang sakit parah. Ini akan segera membaik, terutama untuk orang yang sakit sedang.” Sebagai bagian dari terapi plasma rehabilitasi, Institut Biologi Molekuler Aikman sedang mempelajari cara untuk memeriksa tingkat antibodi spesifik Covid Metode. -19, dari donor plasma Covid-19 dan vaksinasi. Dia menyimpulkan: “Metode Elisa (tes imunosorben terkait enzim) digunakan untuk menentukan apakah seseorang dapat menghasilkan antibodi setelah vaksinasi.”