Wartawan Tribunnews.com Jakarta Fransiskus Adhiyuda melaporkan-Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan, saat pandemi Covid-19, warga Bogor sangat banyak memakai masker. jarak.

Juga, hanya sedikit orang yang rajin mencuci tangan.

Hasilnya adalah survei yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan komunitas LaporCovid19 yang melibatkan persepsi masyarakat terhadap pandemi Covid-19.

Baca juga: Projo luncurkan kampanye Ewako anti Covid-19 di Makassar-disampaikan Bima Arya pada Kampanye Nasional dan Siaran Sabun Hari Cuci Tangan Sedunia di kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI. , Kamis, 15 Oktober 2020. – “Hasilnya sangat menarik. Ternyata warga Bogor paling susah menjaga jarak. Tapi mereka coba pakai masker. Sekarang harus cuci tangan,” kata Bima. — Bima juga mengatakan bahwa akibatnya juga membuatnya khawatir. Pasalnya, masih ada warga yang tidak mengikuti kesepakatan sanitasi.

Baca juga: Kasus Covid-19 di provinsi-provinsi kunci menunjukkan tren positif, kecuali Jawa Tengah, Papua, dan Bali- menurut Bima, seharusnya masyarakat melaksanakan kesepakatan kesehatan 3M, yang bukannya tanpa semangat.

Oleh karena itu, Bima mengatakan, pihaknya akan terus giat merumuskan kesepakatan kesehatan dengan terus menyebarkan informasi kepada masyarakat. Bagi kami, memenuhi fungsi pendidikan itu sangat penting. “

Kita tahu pemerintah saat ini terus memperkuat kegiatan konsultasi 3M melalui pokja Covid-19 (pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak). Kegiatan sosial terus berlanjut, agar masyarakat tidak melupakan Covid-19 Sebagian besar bersumber dari olah raga manusia, oleh karena itu penerapan 3M harus dilaksanakan secara ketat.

Catatan Redaksi: Kita bersama-sama memerangi virus Corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan prosedur kesehatan dalam setiap acara. Ingat ibu 3M Informasi (kenakan masker, sering cuci tangan, jaga jarak selalu).