TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah sedang mempersiapkan tes cepat atau tes cepat untuk mendeteksi keberadaan coronavirus (covid-19) dalam tubuh manusia.

Orang-orang yang telah terpapar pasien positif virus Corona diberi prioritas.

“” Tentu saja, populasi target adalah seluruh komunitas, terutama mereka yang memiliki kontak fisik dengan pasien positif. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ini tentu saja merupakan prioritas utama. “Jika seluruh komunitas harus lulus tes cepat ini, itu akan sangat sulit,” lanjutnya. Sebutkan kemungkinan menggunakan metode pengujian cepat ini untuk pengujian kualitas.

Menurutnya, jika sejumlah besar orang bersentuhan dengan pasien korona-positif, tes kualitas dapat dilakukan.

“Tentang pengujian kualitas, ini adalah pilihan yang bisa kami buat. Ketika ada informasi, tentu saja kami akan melakukan pengujian skala besar, dan biayanya sangat tinggi, yang akan sangat penting,” kata Duny.

Doni menambahkan bahwa tidak ada alat tes cepat virus Corona di Indonesia saat ini

Baca: Bagaimana Hendro Siswanto tetap sehat dalam pandemi korona

Baca: Ketahui 12 yang terkait dengan virus corona Istilah umum: kunci, jarak sosial, WFH, dll.

Baca: 9 aplikasi untuk pertemuan online melalui ponsel, dari Google Meet, Imo hingga Zoom

Sejauh ini, uji korona Indonesia telah menggunakan metode usap tenggorokan (cairan dalam tenggorokan) . Kelompok kerja akan meminta izin dari agen yang sesuai untuk memfasilitasi pengangkutan peralatan.