Sunan Amper (UINSA), Dekan Tribunnews.com-Institut Sains dan Teknologi (FST) UIN, Surabaya, Surabaya, setelah terkena koronavirus atau virus Covid di RSUD Dr. Soetomo, Rabu (6/10/2020) Meninggal. -19.

Profesor Masdar Hilmy, kepala sekolah UINSA, membenarkan bahwa orang tersebut meninggal karena Covid-19 dan komorbiditas, yaitu diabetes.

“Suaminya terpapar Covid-19. Di rumah, suaminya keluar karena fakta bahwa Nn. Eni akhirnya terinfeksi,” ia menegaskan, Kamis (6 Juni, 2020).

Dr Eni Purwati adalah pembicara pertama UINSA dan telah muncul di Covid-19.

Namun, sebelum paparan, Dr. Eni pernah berada di luar kampus. Alasannya adalah bahwa kampus selalu melakukan pekerjaan di rumah.

“Paparan di rumah. UINSA terus bekerja di rumah atau WFH,” Masdar mengatakan dia dan akademisi UINSA telah kehilangan pekerjaan mereka. Karakter Eni Purwati terkenal, dia sangat baik, lucu dan sabar.

Baca: Swiss Open dibatalkan, Kejuaraan Eropa dibatalkan, pemain bulutangkis terbaik di dunia merasakan keuntungan

Eni dikenal sopan santun dan cinta kepada orang muda, menghormati citra orang tua . – “” Kami sangat tersesat. Semoga Hizbullah menerima perbuatan baik, mengampuni dosanya, semoga Tuhan berkehendak, Husnur Hotima, dan mendapatkan status mulia di mata Tuhan, “katanya. Allah mengingat Eni Purwati Itu adalah karakter baik pertama yang saya kenal sejauh ini. “” Orang mati selalu menghiasi wajahnya dengan senyum. Ketika dia ditertawakan, dia menghadapi kesulitan dan dia tersenyum, “katanya .

Artikel ini diposting di surya.co.id, berjudul FST UINSA Dean meninggal setelah paparan Covid-19 dan menderita diabetes Iringan