Jakarta TRIBUNNEWS.COM, Reporter Tribunnews.com Rina Ayu melaporkan-Menanggapi ratusan pelajar yang dinyatakan positif virus Covid-19, Kementerian Agama memastikan mereka dirawat hingga pulih kesehatannya. — Selain itu, pesantren dan santri disarankan agar tidak panik dan terus melaksanakan kesepakatan kesehatan.

Waryono, Kepala Pendidikan Awal dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Islam, mengatakan petani sudah bekerja sama dengan satgas Covid-19 untuk menangani kasus Covid-19.

Di saat yang sama, siswa yang tidak terkena Covid-19 mengisolasi diri. Kata Waryono dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (1 September 2020). Menurut Varino, Kementerian Agama dan Satgas Covid-19 sedang menangani kasus tersebut agar bisa segera diatasi. Pesantren dan santri lainnya tidak perlu panik dan membesar-besarkan.

“Saya baru berkomunikasi langsung dengan Kepala Sekolah Pondok Pesantren Kementerian Agama Jawa Timur dan mengatakan bahwa 500 orang Santri berada dalam isolasi mandiri. Saya juga harus mengecek berita dan realita lokal. Tentunya saya Mengetahui bahwa pemerintah daerah sangat berkomitmen (membantu petani), “jelasnya-” namun belum semua petani kembali ke Santri karena dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan sanitasi “, kata Waryono.

Kompas.com mengutip salah satu pondok pesantren di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, usai mengkarantina ratusan santri. — Ahad (30 Agustus 2020), total kasus positif di Banyuwangi naik menjadi 771 kasus yang dipimpin oleh santri. Setelah karantina, jalur menuju sekolah berasrama telah ditutup, dan tidak ada seorang pun yang diperbolehkan memasuki area sekolah berasrama.