Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencontohkan hingga 3 Agustus 2020 total denda yang dijatuhkan kepada pelanggar yang melanggar protokol kesehatan mencapai Rp 2,47 miliar.

Penanggung Jawab Satpol PP Arifin di DKI Jakarta menjelaskan bahwa denda tersebut dipungut dari tiga jenis pelanggaran, yakni masker tidak memakai masker, pelaku usaha yang mengabaikan perjanjian kesehatan, dan pelanggaran kegiatan sosial budaya. – -Jumlah penjahat topeng sejauh ini yang tertinggi, dengan total 62.198. Di antara orang-orang yang lalai menggunakan masker, 6.811 orang dikenai denda administratif, sedangkan sisanya memilih terlibat dalam pekerjaan sosial.

Baca: Warga Bogor yang tidak memakai masker akan dikenakan denda hingga Rp 500.000.

“Rinciannya, akan dikenakan denda 6.811 orang, dan sanksi pekerjaan sosial 55.387 orang,” kata Ariffin dalam obrolannya, Rabu (5/8/2020). Mencapai Rp1.007.560.000. Sedangkan total denda yang dikenakan oleh pelaku usaha sebesar Rp369.850.000. Ia mengatakan, denda terkait kegiatan sosial budaya dan pariwisata sebesar Rp 193,5 juta. Jadi total denda per minggu ini adalah Rp 2.470.710.000. -Arifin berharap masyarakat bisa lebih taat pada regulasi kesehatan. Ia mengatakan, aparat penegak hukum akan terus dijalankan oleh Pemprov DKI kepada siapapun yang tidak tahu apa-apa.

Ia juga berharap konsistensi Pemprov DKI dalam penegakan hukum dapat mendorong masyarakat untuk taat dan taat pada regulasi kesehatan.

Orang yang pernah diperkosa sebelumnya harus merasakan efek jera agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ia menyimpulkan: “Kami berharap melalui penerapan undang-undang ini akan memberikan efek jera bagi masyarakat, sehingga masyarakat akan disiplin dan patuh pada peraturan.”