Liputan Tribunnews.com Vincentius Jyestha-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sekretaris Jenderal Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman menolak hipotesis Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak bisa bekerja. Sejak Presiden Jokowi mengatakan pada 2 Maret bahwa Indonesia terkena pandemi Covid-19, Wapres Arif mengatakan bahwa Wapres telah berkomitmen untuk memerangi pandemi tersebut. Pernyataan -Arif mengacu pada tweet Ferdinand Hutahaen di akun Twitter-nya @ FerdinandHaean3. Ferdinand mengatakan dalam tweet yang diposting pada 21 November 2020: “Pembicara: Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Habib Rizieq tidak ada masalah pertemuan, Kami sebenarnya tidak memiliki masalah apa pun, dan tidak keberatan jika Maruf ingin mundur dari wakil ketua, Pak Ketua, dan bergabung dengan REIT. Kami melakukan ini dengan tulus, Pak …! Orang yang menjadikan Tuan Wakil Ketua kompeten untuk pekerjaan itu … Maaf, Ya …! “

Baca juga: Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel di Kawasan Sawah Besar. Hasil Tes Cepat Bereaksi terhadap Covid-19-lihat juga: Thailand Kontrak pembelian vaksin Covid-19 akan ditandatangani dengan Oxford-AstraZeneca.Sampai saat ini, Wapres terus bekerja keras untuk mencegah pandemi Covid-19. Atas dasar apa menurut Ferdinand Wapres tidak bekerja? Kata Arif dalam siaran persnya, Kamis (26/11/2020). — Arif juga menyinggung soal desakan ée agar Ma’ruf Amin mundur. Menurutnya, karena masyarakat luas Dukung, Ma’ruf Amin bisa jadi wakil presiden.

“Artinya kalau hanya satu atau dua orang saja yang meminta wakil presiden turun, itu akan menjadi pertentangan bagi seluruh masyarakat. Dia mendukung Kiai Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden kemarin. “Katanya.

Di sisi lain, Maluf yang tetap menjabat sebagai Arif (juga mantan Ketua Panitia Ulima Indonesia (MUI)), juga memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Ia mengatakan dalam keterangannya: Pasangan Kaii Ma’ruf (Kaii Ma’ruf), umat Islam, khususnya anggota Nahdlatul Ulama (NU) turut serta dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 saat itu.

Sebenarnya, di Pilpres lalu, Arif mengumumkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf Amin) mendapat warisan di banyak daerah, yang kemudian menjadi NU. Mendasarkan. Salah satunya di Provinsi Jawa Timur. -Karena itu, seseorang meminta wakil presiden mundur. “Kata Arif.