Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Lili Pintauli Siregar, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengatakan akan mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk membahas kontroversi Rencana Kampanye Organisasi Kemendikbud (POP) yang saat ini aktif di masyarakat. Kontroversial. – “Tapi mungkin bisa kita lanjutkan ya, kalau kita bisa menyampaikan saran kita kepada menteri atau menteri hari ini, karena polutan organik yang persisten sekarang ini menyangkut beberapa hal yang terkait, kita rencanakan mengundang menteri dan inspektur jenderal untuk datang bersama dan dirjen, jadi Mungkin ini salah satu rencana yang ingin kami lewati, “kata Lili dalam webinarnya,” Jaga integritas dalam implementasi perumusan kebijakan PPDB “, Rabu (29/7/2020). Muhammadiyah, LP Ma’arif NU dan PGRI yang mengundurkan diri dari program tersebut. Tolong dicatat. Kami akan melihat dan membantu kementerian dalam melaksanakan langkah ini. “

Dalam webinar tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan proses evaluasi POP berlangsung selama satu bulan. Kami akan melakukan evaluasi 3-4 minggu lagi dan kami mengundang pihak luar. Semua pihak datang untuk melihat sistem kami, silakan evaluasi sistem seleksi kami, ”kata Nadim. Kekacauan rencana. –Dia berharap ketiga organisasi ini dapat diintegrasikan kembali menjadi organisasi pemimpin.

Namun, sejauh ini ketiga organisasi tersebut masih menolak untuk bergabung kembali dengan POP.