Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Pengawasan dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Vensya Sitohang mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak besar pada layanan imunisasi.

Vensya mencontohkan perbandingan imunisasi bulan April tahun ini dengan tahun sebelumnya. Besar dan serius, karena kalau kita bandingkan dengan misalnya April 2020 ternyata sudah berkurang. Dari Januari hingga Februari, tingkat vaksinasi tetap tidak terpengaruh, tetapi dibandingkan dengan penurunan pada bulan April, tingkat vaksinasi pada 2019 dan 2020 turun hampir 4,7%. Secara keseluruhan, tidak ada kendala yang menghambat kekebalan nasional.

Baca: Kabar gembira, Pemerintah sudah beberkan RI punya kemampuan produksi vaksin Covid-19 Sekarang saatnya vaksinasi massal – menurut Vensya perlu dipecah menjadi daerah yang belum divaksinasi untuk anak.

“Setiap puskesmas memahami anak-anak dari nama, alamat, dan jenis vaksin yang mereka terima, sehingga mereka juga mengetahui vaksinasi mana yang tidak diterima. Anda paham. Untuk lebih jelasnya harus melihat data lapangan,” ujarnya. . Itu belum diterapkan selama Covid-19. Dia mengatakan: “Belum sampai. Kami akan melakukan beberapa kegiatan khusus di mana penyakit vaksin sudah terjadi.” -Vensya mengatakan bahwa ketika orang tua memakai masker dan anak, vaksinasi tetap mengikuti protokol kesehatan. Juga harus menjaga kesehatan.

Petugas kesehatan juga harus menggunakan alat pelindung diri dan menjaga jarak. Ia menyimpulkan bahwa dalam vaksinasi POS, anak harus menunggu kondisi untuk bisa menyuntik sendiri.