Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Saat ini, sebagian masyarakat masih bersiap untuk beraktivitas di luar rumah saat menghadapi pandemi Covid-19. Artinya, orang yang kembali bekerja di luar rumah.

Selama pandemi Covid-19, melakukan aktivitas di luar rumah harus membentuk kebiasaan baru. Untuk melindungi dari perlindungan covid-19.

Spesialis paru-paru dari AmitiƩ, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP). Erlina Burhan, Sp.P (K) juga mengatakan perilaku baru ini sangat perlu dilakukan karena Covid-19 sudah menular dari orang sakit ke orang sehat.

Baca: Temui Dokter yang Mendapat Reisa Broto Asmoro, Ia Bergelar Putri Indonesia dan Kini Bergabung dengan Satgas Covid-19.

Pertama-tama, penyebaran COVID-19 tercepat adalah melalui tetesan atau partikel kecil, seperti bersin, batuk, dan air liur yang dihasilkan saat berbicara dengan keras, yang akan menyebabkan tetesan keluar dan terhirup oleh orang sehat. 9/6/2020) .

Jenis penularan yang kedua bisa tidak langsung, yaitu tangan dan anggota tubuh bisa memegang benda apa saja tanpa mengetahui kebersihan benda tersebut .

Jika ada tetesan air menyusut Jatuh dari badan, tangan yang terkena COVID -19 tidak dibasuh, menahan mata, hidung dan mulut mudah masuk ke saluran pernafasan. Di saluran pernapasan. Metode ini adalah dasar pencegahan. Badan sulit untuk melawan, dan kemudian muncul gejala berikut: batuk, pilek, tiba-tiba hilangnya bau aneh dan kesulitan mencicipi makanan atau minum hingga sesak napas.