Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa staf medis korona yang saat ini bekerja untuk merawat pasien AIDS yang mengancam jiwa akan tersedia dalam jumlah besar. Itu akan diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

– Saat ini, Kementerian Kesehatan sedang menyelesaikan proyek Permenkes, yang melibatkan perincian insentif bagi petugas kesehatan. Bambang berkata: “Draf Kementerian Kesehatan sedang difinalisasi untuk menginspirasi staf medis Tenga, dan petugas kesehatan lainnya merujuk pada keputusan yang diajukan oleh Presiden dan Menteri Keuangan.” 14/4). – Bambang mengatakan, berharap minggu ini Menteri Kesehatan Mampu menerbitkan untuk memberikan insentif langsung kepada petugas kesehatan.

“Jadi, saya berharap agar Menteri Penyakit dan Kesehatan minggu ini bisa keluar dan diimplementasikan.” Membaca: Pelatih Barcelona yakin Lionel Messi mengakhirinya di Blaugrana Karir – sikap terhadap suami, bahkan dalam banjir – baca: Memalukan bagi anggota parlemen untuk mengeluh tidak mendapatkan THR?

Seperti Presiden Chokovy katakan sebelumnya, insentif hanya berlaku untuk dokter yang bekerja secara langsung dengan Covid-19 dan berada di area tanggap darurat. – Informasi terperinci tentang insentif yang dikeluarkan oleh staf medis Presiden, ahli medis 15 juta rupiah, dokter umum dan dokter gigi 10 juta rupiah.

Kemudian perawat Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta, dan memberikan insentif dalam bentuk tunjangan kematian, staf medis Rp. 300 juta. (Apfia / tribunnetwork / cep)