Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sejak dibuka pada 15 Juni 2020, pusat perbelanjaan DKI Jakarta telah menerapkan model-model baru atau teknologi inovatif di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), Ellen Hidayat (Ellen Hidayat) mengatakan, selama pandemi, mal-mal di DKI melakukan penyesuaian dengan beberapa cara.

Baca: Shopping Mall Sepi, Pengunjung APPBI: Masih Sulit

Ellen mengatakan sekitar 80 pusat perbelanjaan di Jakarta menggunakan teknologi sensor ini.

Penggunaannya dimulai dengan pembersih tangan, tombol lift, dan tempat parkir.

Ambil Ellen sebagai contoh, Ellen mengatakan bahwa pengunjung dan karyawan tidak boleh lagi ramai.

“Di lift harus jauh secara fisik. Kapasitas lift 7 sampai 8 orang. Kalau naik eskalator ada tanda-tandanya, jaraknya 3 anak tangga. Kita ikuti tanda t”, terangnya.

“Inovasi ini untuk memastikan bahwa regulasi kesehatan selalu dipatuhi. Oleh karena itu, pengunjung juga harus mematuhi regulasi pusat perbelanjaan tersebut.”