Reporter Tribunnews Taufik Ismail melaporkan-TRIBUNNEWS. COM-President Kota Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan karantina sangat penting bagi pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala (OTG) dan yang memiliki gejala ringan serta tidak dapat menjalani karantina sendiri di rumah.

Oleh karena itu, pemerintah tengah bersiap mendirikan pusat karantina bagi orang-orang yang positif Covid-19.

Ketua menyampaikan pandangan tersebut dalam rapat terbatas Komite Manajemen dan Pemulihan Ekonomi Covid-19 yang diadakan di Istana Pers Independen Jakarta, Senin (14/9/2020) .

Baca: Presiden: Indonesia Suatu negara kepulauan tidak bisa dibandingkan dengan negara lain dalam menangani Covid-19- “Pemerintah juga sedang mendirikan pusat karantina untuk pasien dengan gejala ringan. Presiden mengatakan:” Agar mereka tidak mengisolasi diri, ini sangat penting, terutama Mereka yang mungkin menginfeksi anggota keluarganya. Misalnya, Presiden mengatakan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan banyak grup hotel bintang dua dan bintang tiga di Jakarta untuk mendirikan pusat-pusat isolasi. Ia mengatakan, sebanyak 15 hotel telah diajak bekerjasama dan dapat menampung tiga ribu orang .– – “Kami telah bekerja sama dengan grup hotel yang ada.

Pemerintah juga sedang mempersiapkan Asymptomatic Isolation Apartement (OTG) untuk penderita HIV positif yang mampu menampung 4.863 orang di menara 4 dan 5 di kawasan Rumah Olahragawan Kemayoran Jakarta.

Baca: Covid- 19 Berita: Jokowi menyerahkan vaksin kepada Anies hingga kedua vaksin tersebut akan dikarantina oleh pemerintah untuk pasien dengan gejala ringan di IGD. Wisma Atlet Kemayoran masih bisa menyediakan 2.581 tempat tidur – 6 tower masih ada 858. Dengan gejala ringan, ketujuh menara itu masih bisa menyediakan 1.723 tempat tidur, katanya: ‚ÄúSiloto juga punya institusi kesehatan yang bisa menampung 653 orang. Ada juga beberapa Babaox di Batam, Semarang, dan Makassar. Orang-orang sedang mempersiapkan “.