Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan akan memberikan 120 juta reagen rapid test antigen Covid-19 ke 133 negara / wilayah. — WHO memprioritaskan negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan beban kerja yang tinggi – Profesor Wiku Adisasmito, juru bicara Covid-19 Treatment Working Group, mengatakan pihaknya telah sepakat dengan WHO melalui perwakilan Indonesia Menyampaikan. Cuci tangan bisa mengurangi risiko korona hingga 35%, masker hingga 70%, dan menjaga jarak hingga 85% – pihaknya menyarankan agar Indonesia juga bisa dianggap sebagai penerima prioritas.

“Kami meminta kami untuk mempertimbangkan mendapatkan bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia untuk tes cepat ini. Sehingga kami dapat mendeteksi kasus Covid-19 di masyarakat,” kata juru bicara Kelompok Kerja Pengobatan Covid: Pada tanggal 19, Viku Adiza Profesor Wiku Adisasmito (Wiku Adisasmito) pada konferensi pers yang diadakan di Kantor Presiden, Kamis (10 Januari 2020).

Indonesia mengatakan Wiku telah menerima saran dari World Health Organization untuk menyelenggarakan yang berkualitas Deteksi cepat Covid-19. –Membaca: Untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang cuci tangan selama pandemi Covid-19, Rekind mendistribusikan 11 Wastafels

saat ini sedang dilakukan evaluasi untuk penggunaan yang lebih tepat di masa mendatang.

“Karena antigen sudah pasti bisa dideteksi, dia menjelaskan bahwa itu lebih baik daripada mendeteksi antibodi selama proses skrining sebelum diagnosa diagnosis dengan real-time PCR.”

Tentang pengangkutan pasien Covid-19 Cara ke rumah sakit Pemerintah sudah menyiapkan ambulans khusus untuk mengangkut pasien ke panti jompo untuk dirawat di rumah sakit.

Baca: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Ajak Sering Cuci Tangan Perlu Dinaikan- “Jadi, Silakan Hubungi Rumah Sakit terdekat agar bisa sembuh dan dirawat tanpa penipuan. Kendaraan lain dengan peralatan standar untuk pasien dengan gejala Covid-19 berisiko, “kata Wiku.