Laporan Choirul Arifin, jurnalis Tribunnews.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Saat ini, akibat imbas pandemi Covid-19, banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang harus tutup.

Akibat berkurangnya aktivitas saat pandemi, UMKM merupakan sektor yang paling rentan, sehingga pendapatan UMKM peserta juga mengalami penurunan.

Berdasarkan hasil investigasi banyak instansi dan Kementerian UMKM, wabah virus corona berdampak signifikan terhadap keberlangsungan UMKM. Akibat “pandemi virus corona atau Covid-19”, sekitar 47% dari luas negara UMKM harus menutup usahanya. Pasca pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Institut Ekonomi (STIE) Institut Perbankan Indonesia (IBS) pada Kamis (11 Juni 2020) melalui aplikasi zoom, peran industri jasa keuangan khususnya OPI dalam meningkatkan kapabilitas UMKM Terungkap bahwa sebagian besar usaha kecil dan menengah berusaha untuk menyeimbangkan arus kas, merek juga berusaha untuk memenuhi kebutuhan operasional produksi karena omset yang direalisasikan tidak sesuai dengan harapan. Perekonomian Indonesia yang diwujudkan melalui UMKM adalah 5 manfaat utama GrabMerchant – selain itu, karena terganggunya distribusi saat pandemi Covid-19, banyak pelaku UMKM juga terkendala masalah pasokan. Melemahnya permintaan telah semakin menekan kelangsungan usaha kecil, menengah dan mikro di negara tersebut. Bagong Suyanto, salah satu pemateri webinar IBS, mengatakan: “UMKM dapat menghadapkan peserta UMKM pada risiko pelaku usaha yang lebih besar / kuat”.