Laporan wartawan Tribunnews.com Fahdi Fahlevi-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Turki dan Korea Selatan untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Perusahaan seperti Sinovac, Sinopharm dan CanSino, dan perusahaan Inggris Astrazeneca. – “Kami tidak hanya menjalin hubungan kerja sama dengan China atau AstraZeneca, tetapi juga menjalin hubungan kerja sama dengan Korea Selatan dan Turki,” kata Menteri Riset dan Teknologi / Direktur Badan Riset Nasional (Menristek / BRIN) dalam konferensi pers online, Selasa. (20 Oktober 2020) -Bambang menyatakan, pemerintah saat ini terus mendorong kerja sama dengan semua pihak, yang dapat menguntungkan Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. — Baca juga: Napi Kejaksaan Aceh Tamiang Dipastikan Positif Covid-19

Gandeng Kembangkan Vaksin Covid-19, Indonesia Tak Hanya Bertindak Peran “pembeli”. Tapi ini juga terkait dengan transfer teknologi.

“Soal kerjasama vaksin dengan institusi luar negeri, kita bisa katakan kalaupun ada orang yang langsung beli vaksin ya tetap beli vaksin secara utuh. Tapi kita lebih mengunggulkan kerjasama atau transfer. Katanya. Bambang. ).

Satu hal yang saya pelajari dari negara lain adalah proses pemindahan vaksin dalam bentuk box ke botol yang akan disalurkan untuk vaksinasi.Dengan bantuan Lapas Wanita Kelas A Pekanbaru II, Vaksin Covid-19 positif-Seperti diketahui, pemerintah Indonesia telah menjalin hubungan erat dengan banyak produsen vaksin COVID-19 di China, London dan Swiss.Ketiga negara tersebut telah mengirimkan tim gabungan dari kementerian terkait.

Pemerintah telah mengidentifikasi dan menjajaki kerja sama dengan empat produsen vaksin di China, yaitu Sinovac di China, Sinopharm dan CanSino, lalu AstraZeneca di Inggris Raya. -Harap baca juga: Distribusi vaksin Covid-19 untuk masyarakat Beberapa model akan diadopsi-dari empat produsen, semuanya sudah berkomitmen mengirimkan vaksin COVID-19 ke Indonesia. – ” Kementerian Kesehatan bertemu dengan Kementerian BUMN, Kemenko Manivest, Kemenag, BPOM, MUI dan Biofarma Beberapa produsen sudah menyelesaikan uji klinis fase 3 dan sudah menggunakannya di negara asalnya. Tujuannya untuk mengupayakan keamanan dan kehalalan bagi masyarakat Indonesia, ”ujar Dr. Achmad Yurianto, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI.