Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Jika merasa berhubungan dekat dengan pasien yang positif COVID-19, disarankan segera melakukan tes usap. Tidak perlu khawatir dengan biaya, karena semuanya gratis.

Doni Monardo, kepala kelompok kerja penanganan COVID-19, menunjukkan hal ini.

Doni Monardo mengatakan bahwa tidak perlu membayar untuk tes tersebut. Tes usap atau swab polymerase chain reaction (PCR) digunakan untuk memberikan sampel kepada orang-orang yang berhubungan dekat dengan pasien Covid-19.

Menurut Duny, pemerintah pusat telah memberikan reagen ke berbagai daerah untuk menguji virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Pemerintah daerah dapat memberikan layanan berbasis data dan penanganan COVID-19 secara gratis melalui Kantor Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Baca: Abaikan Provokasi, 89 Remaja Yang Mau Ikut Aksi Aman, dan 2 Orang Sudah Uji Sampel Covid-19 — Bacaan: Harga Swab Kapas Mandiri Tertinggi 900.000 Rupiah, IDI: Pemerintah Harus ada subsidi- “Untuk Puskesmas harus gratis (gratis), karena reagen disumbangkan oleh pusat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pokja CO. VID-19 .

Doni juga menjelaskan Mengatakan bahwa reagen juga disediakan oleh pemerintah daerah. Doni mengatakan dalam wawancara dengan Doni Asking Media: “Pemprov / kabupaten / kota mengatur (pengadaan) reagen sendiri. Monaldo menjawab, “44,9 juta orang percaya COVID-19, apa yang harus kita lakukan? Topik ini. Jumat (9/10/2020) bertempat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Graha di Jakarta.

Dalam hal ini, Doni juga meminta seseorang untuk melaporkan apakah ada pihak yang akan ditelusuri kedekatannya. Kontak menambah biaya bagi masyarakat. Duny berkata: “Jika ada sampel, beri tahu kami agar kami dapat menemukan solusi. “Doni bilang:“ Kalau ada sample tolong beritahu kami supaya bisa dicari solusinya. “Doni Monardo: Risiko besar keluarga di rumah