Laporan Reporter Tribunnews.com Reza Deni-Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Letnan Jenderal Doni Monardo, Ketua Kelompok Kerja Manajemen Accelerated Covid-19 dan Kepala BNPB, menyebutkan akan ada harga terkait pengujian polymerase chain reaction (PCR). standardisasi. -Doni Monardo mengatakan dalam siaran program radio BNPB, Kamis (6 Juni 2020): “Presiden sebelumnya juga menegaskan standarisasi harga bagi masyarakat yang perlu bepergian melalui tes PCR. Pentingnya. ”Setelah Doni Monardo berpartisipasi dalam rapat terbatas (Latas) tentang“ Mempercepat penanganan pandemi COVID-19 ”melalui video konferensi yang dipandu oleh Ketua Jokowi Ditayangkan. Puncak kasus transisi- “Presiden mensyaratkan harga (tes PCR) tidak memberatkan pejabat atau masyarakat yang akan bepergian, dan menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk menetapkan standarisasi harga,” ujarnya. Selisihnya sekitar Rp 1,9 juta. Sekitar 2,5 juta Rp. Joko Widodo (Jokowi) meminta penyederhanaan nama merek alat uji Covid-19 dan penyederhanaan polymerase chain reaction (PCR). Alasannya adalah banyaknya merek kit PCR saat ini membuat pengujian sampel menjadi tidak valid. Mereknya berbeda, dan ini memperlambat implementasi di lapangan, ”kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat terbatas dengan Covid-19 pada Kamis (4/6/2020) dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Pruuk – –Saya berharap dapat mempermudah merek kit PCR, dan berharap pengujian sampel lebih mudah dan cepat.Selain itu, Presiden Muhajidir juga meminta agar hasil kajian PCR pada anak-anak di negeri ini lebih banyak lagi.