Reporter Tribunnews.com Fransiskus Adhiyuda melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Juru bicara kelompok kerja penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, semua kegiatan terkait Pilkada 2020 tidak bisa mentolerir banyak orang.

Karena Wiku mengatakan bahwa keramaian dapat memicu penyebaran Covid-19.

Wiku menyampaikan hal tersebut dalam siaran pers perkembangan penanganan Covid-19 pada program YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (22/9/2020).

Baca: Wiku Adisasmito (Wiku Adisasmito) ajak seluruh warga untuk menjadi front melawan Covid-19

“Kita tidak bisa mentolerir terjadinya politik yang dapat menimbulkan keramaian dan dapat tertular Aktifitas. Kita sangat perlu melindungi keamanan negara ini dari Covid-19, ”kata Wiku.

Menurut Wiku, dalam Pilkada, semua aktivitas politik penanggung jawab harus benar-benar mengikuti prosedur kebersihan yang ketat. Apalagi dalam aktivitas yang memancing keramaian.

“Kegiatan politik dalam pemilu harus dilakukan tanpa kerumunan dan potensi penularan. Apapun kegiatan kita, kita harus menghindari korban jiwa,” jelas Wiku. : Mantan Komisioner KPU: Regulatory review tidak hanya bisa dilakukan di PKPU, tapi juga di UU Pemilu – ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan dan pengawasan perjanjian kesehatan pada masa Pemilu sudah diatur dalam PKPU Nomor 6 dan 10. 2020-Wiku juga mengingatkan semua peserta pilkada dan supporter harus mematuhi peraturan. Selain itu, semua pihak akan melakukan pengawasan untuk menegakkan aturan secara efektif dalam proses Pilkada. Wiku mengatakan: “Tegakkan dengan tegas izin Bawaslu, satgas dan dinas kesehatan setempat, serta pengawasan bantuan personel keselamatan dan keamanan.”