Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berbicara tentang bagaimana Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat, aparat kepolisian, dan TNI bekerja sama untuk menangani virus corona atau Covid-19. Telah terjadi korona.

“Kota Semaran sudah meninggalkan pemerintah, masyarakat, swasta, Partai Nasional Indonesia dan Polri,” kata Hendra dalam diskusi online terkait peringatan bulan Punkano sebagai “Pankasi Kata orang dalam “ra dan masyarakat”. Justice, Selasa (6/9/2020) .

Ia memuji gotong royong antar masyarakat Semarang. Misalnya dengan membuat alat pelindung diri (APD), masker dan hand sanitizer.

Baca: 3 Pedagang Korona Aktif, Pasar Karangayu Semarang Tutup Hingga 10 Juni

Masyarakat Bersama-sama Membantu Tenaga Medis. Hendrar mengakui pandemi corona berdampak pada perekonomian. Roda ekonomi terhalang. Pendapatan warga sekitar juga menurun. Handra mengatakan untuk mengadopsi suatu kebijakan, pemerintah terlebih dahulu membahasnya. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, pemerintah juga banyak memberikan bantuan sosial. Ada 130.000 bahan makanan dan permintaan dasar 360.000 di bulan Mei. “Ini konsep gotong royong,” kata Hendrar.

Hampir 89,8% kepala keluarga (KK) di Semarang juga telah menyalurkan bantuan tunai sosial. Ini untuk mengurangi beban masyarakat selama pandemi.

Pengusaha dapat melakukan perjalanan tanpa membayar pajak. “Selain itu, untuk rombongan yang tinggal di Rusunawa (sewa apartemen sederhana), kami mendistribusikannya kembali secara gratis. PKL kami memberikan PDAM gratis diskon 20% untuk semua pelanggan. Diskon PBB 15% di bulan April, 10% di bulan Mei 5% dari harga di bulan Juni, “kata. Hendraar mengatakan keterlibatan masyarakat dalam perjuangan melawan mahkota sangat penting, dan faktor kedisiplinan merupakan faktor yang penting, yaitu disiplin memakai topeng, meliput perjalanan dan mencuci tangan.