Laporan wartawan Tribunnews.com Rina Ayu-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Indonesia saat ini punya dua opsi untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

Pilihan pertama adalah mengembangkan penelitian dan teknologi vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan, Lembaga Riset dan Inovasi Nasional Bataan, dan Institut Biologi Molekuler Ekman.

Administrasi Makanan dan Obat ( Penny K Lukito, Kepala BPOM, menjelaskan pihaknya telah menyusun roadmap bertahap untuk memenuhi kebutuhan data praklinis untuk pengembangan vaksin. “Untuk vaksin ini, tahap pengembangannya ada bersama kita. Jadwalnya sama. Tentu harus kita percepat dan segera tanggapi kebutuhan rencana nasional, ”jelasnya dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Selasa (1 September 2020) -Baca: Pertengahan 2021 Vaksin Merah Putih-Baca: Distribusi vaksin Covid-19 akan jadi tantangan. Di beberapa negara / kawasan, diperlukan storage khusus — opsi kedua — lanjutnya, untuk mengembangkan kerja sama internasional.

Kerjasama pertama dengan bantuan BPOM yaitu PT Sinovac dan PT Biofarma, kemudian kerjasama kedua antara Sinopharm dan Kimia Farma yaitu grup ke-42 dan mitra ketiga adalah Genexine dan PT Kalbe Farma . -Dia berkata: “Serta beberapa pertukaran dengan negara lain, kami telah memulai pertukaran tentang tahap perkembangan selanjutnya.”

— -) –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– 2020 Pada 11 November 2015, tim peneliti medis dari Universitas Pajajaran dan tidak kurang dari 1.620 subjek uji klinis.