Reporter Jakarta Tribunnews.com Rina Ayu melaporkan-Ketua tim manajemen Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa setiap area dengan pasien Covid-1919 tidak lagi aman. . — Dia meminta masyarakat untuk menyadari bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh Covid-19 itu nyata, bukan rekayasa. — “Saat terjadi pandemi seperti ini, bahkan di daerah yang sudah menjadi pandemi, hanya satu jengkal tanah yang aman. Tidak. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada agar tidak terjadi kecerobohan,” jelas Doni .– – “Covid-19 itu nyata. Covid-19 ini memang tidak diproduksi. Ia menambahkan dalam siaran persnya, Minggu (27/9/2020), Covid-19 bukanlah konspirasi.

Ia menegaskan, Covid- 19 Penyebaran virus dilakukan melalui media manusia, jaga jarak dan cuci tangan secara mutlak.

Karena setiap orang berpotensi terjangkit atau tertular virus corona jenis baru ini.

Baca: Penularan dari keluarga Covid-19 , Nyatanya 7% Pasien Tak Pernah Keluar Rumah di Rumah Atlet Dak

Baca: IDI: 123 Dokter di Indonesia Meninggal Akibat Virus Covid-19

Baca: Benarkah Virus Corona Mati, Jokowi: Pengobatan Covid-19 harus mengacu pada standar yang dikatakan Donny: “Covid -19 berbahaya. Tetapi orang yang membawa Covid-19 atau kendaraan pengiriman tertentu jauh lebih berbahaya. “-Menurut hasil beberapa survei, termasuk Kementerian Kesehatan Bali Banders, pada tahun 2020 banyak masyarakat yang masih yakin tidak akan terkena Covid-19. Covid-19 tidak ada.

Bahkan dalam skala global Di dalam, jumlah kematian Covid-19 juga telah mencapai satu juta .- “Yang beresiko adalah dia pembawa atau pembawa virus tanpa menyadarinya. Ini bahayanya. Ini bahayanya, kita harus menyadari bahwa disiplin adalah harga yang pasti. Dia menjelaskan bahwa kami hanya sedikit ceroboh dan kami mengabaikan peraturan kesehatan, sehingga kami mudah terekspos.

Pejabat BNPB berharap masyarakat dapat disiplin dalam pelaksanaan regulasi, dan harus mulai dari diri sendiri dan masyarakat untuk berprestasi secara profesional. — “Jika kita tidak memiliki semangat untuk mengubah perilaku, pasti akan berdampak besar. Tapi jika semua orang memiliki komitmen yang sama untuk mematuhi perjanjian kesehatan, maka kasusnya bisa kita hapus,” harap Duny.